Bupati Bursah: Benahi SDN 6 & 9 Pseksu yang Kekurangan 50% Ruang Kelas

Andhi M.U
3 Sep 2026 17:38
2 menit membaca

Xfakta.com || PSEKSU – Kabid Pembinaan SD Disdikbud Lahat Arlan Darqomi, M.Pd menemukan 4 persoalan mendasar pada sarana prasarana pendidikan di Kecamatan Pseksu. Arlan menemukan kondisi itu saat meninjau langsung pada Rabu 3 September 2026.

 

Hasil peninjauan menunjukkan SDN 6 dan SDN 9 Pseksu saat ini hanya memiliki 3 ruang kelas. Jumlah tersebut jauh di bawah standar yang pemerintah tetapkan.

 

Karena terbatasnya ruangan, pihak sekolah membagi satu kelas menjadi dua. Langkah ini menjadi solusi darurat agar proses belajar mengajar untuk seluruh tingkatan tetap berjalan.

 

“Kami hanya memiliki 3 ruang kelas. Karena itu guru membagi satu ruang menjadi dua agar kegiatan belajar mengajar dapat terlayani,” ujar sumber dari sekolah.

 

Kekurangan 50% Ruang Kelas, Langgar Permendikbud

Kondisi di SDN 6 dan SDN 9 Pseksu bertentangan dengan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2007. Aturan tersebut mewajibkan setiap SD/MI memiliki minimal 6 ruang kelas. 

 

Dengan hanya 3 ruang kelas, kedua sekolah di Pseksu baru memenuhi 50% dari standar minimal.

 

Belum Ada Pagar Permanen

Selain ruang kelas, kedua sekolah belum memiliki pagar permanen. Saat ini sekolah hanya mengandalkan pagar seadanya. Kondisi ini menurunkan tingkat keamanan dan rawan dimasuki hewan ternak.

 

Lapangan dan Akses Air Belum Layak

Lebih lanjut, lapangan upacara kedua sekolah masih berupa tanah. Pada musim kemarau lapangan berdebu. Pada musim hujan lapangan menjadi becek.

 

Sekolah juga belum memiliki akses air bersih. Guru dan siswa masih mengandalkan air sumur manual. Kondisi ini menghambat pemenuhan kebutuhan dasar seperti mencuci tangan.

 

Proses Belajar Mengajar Terganggu

Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Suara dari kelas yang berbeda saling tumpang tindih. Kondisi ini mengganggu konsentrasi siswa dan menyulitkan guru mengelola kelas.

 

Disdikbud Lahat Dorong Pengajuan Proposal

Menanggapi temuan tersebut, Arlan Darqomi segera memberi arahan. Ia meminta pihak sekolah segera menyusun dan mengajukan proposal kebutuhan prioritas ke Disdikbud Lahat.

 

“Segera susun proposalnya. Kami akan memprioritaskan sesuai visi misi Bupati Lahat untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang layak,” tegas Arlan.

 

Tanggung Jawab Bupati Asli Pseksu

Sebagai putra asli Pseksu, masyarakat menaruh harapan besar kepada Bupati Lahat Bursah Zarnubi.

 

“Kami titip anak-anak kami ke Pak Bupati Bursah. Tolong benahi sekolah kami. Masa iya anak Pseksu belajar berdesakan di 3 kelas saja,” ujar salah satu wali murid.

 

Masyarakat mendesak agar 4 poin kekurangan di SDN 6 dan SDN 9 Pseksu segera masuk prioritas pembangunan Pemkab Lahat.

 

 

Andhi Mulyansyah

Xfakta.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *