Demo Damai Berujung  Penembakan, Warga  Desak TNI Ungkap Fakta Dibalik Insiden  Klalin 6

admin
28 Jul 2026 17:17
3 menit membaca

Xfakta.com, Sorong || Aksi protes warga di kawasan Klalin 6, Kelurahan Warmon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, berujung pada insiden penembakan. Seorang warga bernama Timotius Rumpaidus dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian kaki.

 

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) itu sontak memicu kemarahan dan kecaman masyarakat. Warga mendesak agar insiden tersebut segera diusut secara transparan, akuntabel, dan profesional untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

 

Berdasarkan keterangan Lambert Makona kepada wartawan, insiden bermula ketika sejumlah orang yang disebut sebagai anggota TNI mendatangi kediaman Timotius Rumpaidus sekitar pukul 10.00 WIT.

 

Lambert mengaku saat itu terdapat sekitar tujuh orang yang datang dan disebut membawa senjata. Menurut keterangannya, kedatangan mereka kemudian memicu ketegangan hingga terjadi adu mulut dan keributan.

 

Ketika Kaka Timo keluar untuk menemui mereka, terjadi pertengkaran. Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan,” ujar Lambert.

 

Ia menyebut Timotius mengalami luka tembak pada bagian kaki. Setelah kejadian, korban kemudian dievakuasi oleh warga untuk mendapatkan perawatan medis.

 

Setelah terdengar tembakan, Kaka Timo berteriak bahwa dirinya ditembak. Kami kemudian langsung membawanya ke rumah sakit,” kata Lambert.

 

Insiden tersebut kini menjadi sorotan publik. Terlebih, menurut keterangan warga, aksi protes sebelumnya disebut berkaitan dengan sejumlah persoalan yang sedang dipersoalkan masyarakat, termasuk dugaan aktivitas distribusi BBM bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan serta dugaan persoalan lingkungan di sekitar kawasan produksi kayu.

 

Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan dan pembuktian dari aparat penegak hukum. Belum ada putusan atau keterangan resmi yang menyatakan pihak tertentu terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana tudingan yang beredar di masyarakat.

 

Kepala Suku Biak Kabupaten Sorong, Moses Adadikam, mengecam keras insiden tersebut. Ia meminta pimpinan TNI segera turun tangan dan memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka.

 

Kami mengutuk dan mengecam keras kejadian ini. Kami meminta Panglima TNI segera memberikan perhatian serius dan memerintahkan jajarannya di Sorong untuk mengusut kasus ini secara tuntas,” tegas Moses.

 

Moses menilai, jika benar penembakan tersebut dilakukan oleh anggota TNI, maka harus ada proses hukum dan pemeriksaan internal secara transparan. Ia juga meminta agar siapa pun yang terbukti bersalah diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Kami akan mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan keadilan bagi korban,” ujarnya.

 

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan serius terkait pola penanganan konflik antara masyarakat dan aparat di Papua Barat Daya. Warga berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan humanis, bukan melalui tindakan kekerasan.

 

Kini publik menunggu langkah resmi aparat untuk mengungkap fakta sebenarnya: apa yang terjadi di Klalin 6, siapa yang melepaskan tembakan, dan apa yang menjadi pemicu hingga seorang warga akhirnya terkena peluru?

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian maupun dugaan keterlibatan personel dalam insiden tersebut. Xfakta.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak TNI maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

 

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Maritza Beckman
    2 bulan  lalu

    Hi

    Add xfakta.com in Google’s Search Index and have it show up in web search results!

    Include xfakta.com now:

    helpindex.pro

    Reply