
Xfakta.com || SORONG — Perbedaan denominasi tidak boleh menjadi tembok yang memisahkan. Justru di tengah banyaknya warna pelayanan gereja, para hamba Tuhan di Kabupaten Sorong dan Papua Barat Daya memilih berdiri bersama sebagai satu keluarga di dalam Kristus.
Pesan itu mengemuka dalam pertemuan rutin Family of Christ International Ministry (FOCIM) Kabupaten Sorong dan Papua Barat Daya yang digelar di Gereja GPdI Getsemani, Jumat (11/09/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan para hamba Tuhan dari berbagai denominasi. Hadir pula Ketua FOCIM Papua Barat Daya, Pdt. Frengki Silap, yang memberikan apresiasi terhadap konsistensi FOCIM Kabupaten Sorong dalam membangun kebersamaan dan memperkuat pelayanan.
Menurut Frengki, di tengah munculnya berbagai wadah organisasi gereja di Papua Barat Daya, FOCIM harus tetap menjadi ruang yang menyatukan, bukan memisahkan.
“FOCIM menjadi sarana menjalin kebersamaan walaupun kita berbeda denominasi. Saya berharap wadah ini terus dikembangkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FOCIM Kabupaten Sorong, Pdt. Oldi Lengkei, mengajak seluruh hamba Tuhan tidak berhenti pada perbedaan organisasi maupun denominasi, tetapi terus bergandengan tangan untuk membangun pelayanan dan pertumbuhan jemaat.
“Seperti namanya, Family of Christ, kita adalah keluarga di dalam Kristus. Mari terus bersatu dan membangun pelayanan bersama,” ujarnya.
Pertemuan tidak berhenti pada pembahasan perkembangan gereja dan pelayanan. Momentum tersebut ditutup dengan doa bersama bagi bangsa Indonesia, menjadi penegasan bahwa pelayanan gereja tidak hanya berbicara tentang internal jemaat, tetapi juga tentang kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Di tengah perbedaan yang ada, FOCIM membawa satu pesan kuat: denominasi boleh berbeda, tetapi Kristus tetap satu. Ketika para hamba Tuhan memilih berjalan bersama, perbedaan tidak lagi menjadi alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun pelayanan yang lebih besar bagi kemuliaan Tuhan.
@Red
Tidak ada komentar